Buku ini berisi cerita perjalanan tiga anak petani itu ke sawah. Perjalanan mereka seru karena terhalang oleh pohon pisang, mendapat pisang matang, dan memberi makan monyet denngan pisang. Namun selanjutnya, monyet semakin banyak dan mereka pun harus berlari.
Tak lama lagi Festival Damar Kurung akan digelar. Satria ingin sekali mengikuti festival itu bersama sahabat-sahabatnya. Namun, sayang sekali Adam tidak bersemangat mengikutinya. Adam masih merasa berduka atas kepergian neneknya yang sangat piawai membuat damar kurung. Satria tak habis akal. Ia ingin tetap mengikuti festival itu. Satria mulai memikirkan cara agar ia dan sahabat-sahabatnya dapat…
Bolpoin yang kupinjam dari Naya tiba-tiba hilang! Tentu saja Naya marah besar, soalnya itu bolpoin kesayangannya. Aku sudah meminta maaf, tapi Naya tidak mau memaafkan. Tentu saja aku bingung. Aku membuntuti Naya hingga pulang sekolah. Aku merasa bersalah dan masih menunggu maafnya. Aku sudah mengatakan akan menggantinya, tapi Naya terlanjur marah.Di parkiran sekolah aku melihat Naya …
Pak Beruang adalah penduduk baru di Kota Rimba. Sebagai tanda perkenalan, Pak Beruang membagikan makanan dan minuman pada tetangga di sekitar rumahnya. Namun keesokan harinya, makanan dan minumannya dikembalikan. Wah, ada apa ya dengan pemberian Pak Beruang? Yuk, kita cari tahu.
Flupoza bertualang di udara dan menempel di mana-mana. Flupoza menempel di garpu, sesekali di gagang sapu, terkadang di kertas tisu, kemudian menempel di kerah baju. Lalu, …. Haci! Haci! Mengapa anak itu bersin-bersin? Siapakah itu Flupoza?
Teo sangat suka menggambar. Ibu Teo adalah seorang pelukis. Ayah Teo adalah guru kesenian.Tangan kanan Teo tidak memiliki jari, tetapi ia sangat ingin menjadi pelukis dan membuat gambar-gambar yang indah. Apakah menurutmy Teo bisa mewujudkan mimpinya di kelas seni?
Buku ini berkisah tentang hari-hari yang dilewati oleh seorang anak perempuan. Hari yang penuh dengan kejadian berkesan yang tak akan dilupakannya. Anak perempuan itu menikmati hari-harinya yang indah mulai dari merasakan guyuran air hujan, makan buah apel, dibacakan cerita, mencium wangi masakan ibu, berbelanja, naik unta, membeli manisan, dan merajut.
Aku ingin sekali berenang dengan paman. Tetapi, sudah 3 hari aku meriang. Ibu membawaku ke sebuah tempat agar aku lekas sehat. Tempat itu adalah gedung yang sangat besar. Menurut teman-temanku di desa, itu gedung yang aneh. Apa yang akan aku temukan di gedung aneh itu, ya?
Setelah pesta ulang tahunnya berakhir, anak laki-laki dalam cerita ini membukan bungkus kado dari teman-temannya. DIa sangat gembira ketika salah satunya berisi kamera. Akan tetapi, ketika dia sedang bermain dengan kado barunya itu, dia melihat ibunya sedang menangis di dapur. Kira-kira, apa, ya, yang akan dia lakukan selanjutnya?