Aku dan Mira adalah tim. Bagiku, dia adalah teman yang paling berharga di dunia. Aku menyukai semua yang dia sukai. Nama kami pun mirip: Mira dan Amira.
Alya dan Kak Livi suka membaca buku. Namun, hari itu Kak Livi mengeluhkan matanya. Matanya terasa perih dan pandangannya menajdi buram.
Saat melaksanakan tugas Pramuka, Kirana sampai di sebuah rumah. Seorang nenek tampak duduk termenung. Kirana penasaran, mengapa nenek itu bersedih? Begitu tahu penyebabnya, Kirana merencanakan satu misi. Misi apakah itu? Mengapa Kirana butuh pasukan Pramuka untuk membantunya? Penasaran? Segera baca, yuk!
Dayu dan teman-temannya sedang bermain di taman. Di sana mereka berkenalan dengan Edo dan orang tuanya.
Atu Tobe, anak Desa Boti Dalam, NTT, mulai bersekolah. Atu takut berteman dengan anak Boti Luar. Atu juga menderita memakai sandal.
Mona berpergian naik kereta bersama kedua orang tuanya. Apa saja yang dilihatnya dari jendela kereta? Kisah apa sajakah yang diceritakan oleh ayahnya? Baca lebih lanjut untuk mengetahuinya.
Roli senang. Ia diajak AYah dan Ibu ke Nunukan di Kalimantan Utara. Banyak saudara Roli di sana.
Wasta bermain di kebun. Dia melihat laba-laba berayun-ayun. Lalu Wasta melihat semu-semut berbaris rapi. Semut mengangkut makanan dan menyimpannya dalam sarang.
Bagaimana jika kegiatan berekmah dan percobaan sains dijadikan satu? Ida yang berasal dari Madura harus berbagi kamar dengn Irin yang berasal dari Papua, Nia yang berasal dari Sumatera barat, dan Maryam berasal dari Jakarta selam mengikuti kemah sains. Mereka berempat baik sekaligus berselisih paham. Seperti wujud warna dalam sains< persahabatan mereka juga memiliki warna-warni yang menakjubkan.
Uli ingin menggambar, kakanya ikut. Uli ingin makan, kakanya juga ikut. Ih, Uli sebal. Dia ingin sendiri saja.