Kisah Hidup Hidup sering kali seperti msiteri yang menanti untuk tersingkap dan memberikan kejutan.
Cuaca berangin membuat mereka antusias membuat layang-layang. Adi dan Sigit kehabisan kertas, tetapi Eko memanfaatkan plastik kresek untuk membuat layang-layang. Meski awalnya ragu, hasilnya terbukti sukses. Buku ini merupakan alih wahana kreatif yang bersumber dari naskah kuno "Jongenspellen (Permainan Anak Laki-Laki)". Selamat membaca!
Pada hari ke-20 perayaan Imlek di Bangka, Mei Lan mengajak Cika dan Banu berkunjung ke rumah Akung Asan. Disana, Akung Asan menceritakan sebuah kisah legenda.
Renovasi musala desa dimulai. Walau bahan material tertumpuk jauh, Eko dengan ide kreatifnya membuat gerobak kecil dari bahan bekas. Mereka pun bisa bekerja lebih cepat dan sambil bermain, memindahkan batu bata untuk membangun musala. Buku ini merupakan alih wahana kreatif yang bersumber dari naskah kuno "Jongenspellen (Permainan Anak Laki-Laki)". Selamat membaca!
Masa panen padi di Desa Uripan tiba. Mereka membantu menjaga gabah dari burung pipit. Ketika teriakan mereka tidak lagi efektif, Eko mengusulkan membuat boneka hantu dari bahan sederhana. Mereka berhaal menakuti burung-burung dan mengusir mereka pergi. Buku ini merupakan alih wahana kreatif yang bersumber dari naskah kuno "Jongenspellen (Permainen Anak Laki-Laki)". Selamat membacal
Apa yang kau rasakan saat nenek berkunjung? Apa yang kau rasakan setelah merusak buku perpustakaan? Baca buku ini dan cari tahu kamu sedang merasakan apa hari ini.
Bagus, Adi, Eko dan Sigit ingin bermain lumpur di sawah. Namun, rencana berubah saat Sigit tersandung batu dan memar. Eko mengusulkan permainan oprog agar Sigit bisa bermain dan digendong teman-temannya. Keceriaan pun hadir saat mereka bermain lempar-menara batu hingga Sigit, yang pandai melempar, berkali-kali menang dan digendong pulang. Buku ini merupakan alih wahana kreatif yang bersumber…
Para penguin raja berjalan-jalan dan menemukan sekumpulan penguin yang berbeda. Mereka berteman dan berubah total. Tumbuh besar dan berpetualang.
Seno menjalani fisioterapi di rumah sakit. Seno berharap bisa berdiri sendiri tanpa bantuan terapis. Sayangnya, gagal. Dokter bilang panggulnya belum kuat benar. Mungkin beberapa kali terapi lagi. Seno kecewa dan sedih. Ketika pulang, ia disambut meriah oleh Nana dan anggota TUNAS. Mereka ingin merayakan ketekunan dan semangat Seno. Suasana hati Seno tetap buruk. Seperti ada beban di punggun…
Samir dan Nindya merasa takut dengan seorang penjual permen di sebuah toko. Wajahnya yang menyeramkan membuat mereka merasa takut. Apakah penjual itu seorang monster?