Alia dan Bagas harus tinggal bersama Mbah kung. Tak ada Ibu, mereka mengira akan bebas bermain sesuka hati. Alia merindukan masakan Ibu. Kapan Ibu pulang?
Akhirnya, Neneg bisa duduk di depan. Neneng ingin melihat banyak hal seperti Didi. Namun, duduk di depan ternyata tidak menyenangkan. Kenapa, ya?
Kania senang mengajak Sarah, Lani, Arif, dan Bimo bermain berbagai permainan tradisional yang seru.
Luta mendengar sesuatu. Luta juga merasakan getaran! Apakah itu tanda gunung akan meletus? Luta pun mengajak teman-temannya lari ket tempat yang aman. Apakah kekahawatiran Luta benar-benar terjadi? Mengapa Luta dan teman-temannya kembali lari?
Neo Anemon punya banyak tentakel beracun. Suatu hari Neo begitu iba melihat ikan kecil yang tersenat tentakelnya. Sejak itu Neo tidak mau mendekati ikan. Namun, ada seekor ikan kecil yang terus saja mendekat. Apa yang harus Neo lakukan?
Ya, Subak! Tempat yang tepat untuk melayarkan perahu kertas. teja berjalan di sisi aliran air subak. Ia terus mengikuti kemana perahu kertasnya pergi.
Di panti jompo tempat mama bekerja, banyak orang tua. Mama mengurus mereka. Ada Eyang, Popo, Akung ... dan oh, ada Oma yang baru di sini. Oma itu punya satu toples berisi banyak kupu-kupu kertas yang cantik sekali. AKu juga ingin punya kuou-kupu seperti itu!
Prini, si burung prenjak, terkejut melihat ada telur asing di sarangnya. Milik siapakah telur itu? Bagaimana cara Prini menemukan pemilik telur yang sebenarnya?
Aku tidak punya tempat yang lapang untuk bermain. Setiap hari aku dan teman-temanku hanya bisa bermain di gang sempit. Aku ingin sekali dapat membangun sebuah kota yang menyenangkan. Tahukah kalian seperti apa kota impianku?
Naning selalu mengagumi Ibu. Ibu kuat dan dapat melakukan apa saja. Bisakah Naning seperti Ibu?