Text
Seno Ngarak Genderuwo
Seno menjalani fisioterapi di rumah sakit. Seno berharap bisa berdiri sendiri tanpa bantuan terapis. Sayangnya, gagal. Dokter bilang panggulnya belum kuat benar. Mungkin beberapa kali terapi lagi. Seno kecewa dan sedih. Ketika pulang, ia disambut meriah oleh Nana dan anggota TUNAS. Mereka ingin merayakan ketekunan dan semangat Seno.
Suasana hati Seno tetap buruk. Seperti ada beban di punggungnya. Donat terasa seperti kardus. Umar bermain teka-teki lucu, Seno tidak tertawa. Afeng meletakkan telapak tangan di dada Seno, la sedang menularkan energi positif. Titus mengusulkan mereka mengusir Gendruwo yang mengambil keriangan Seno.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain